Laundry Masuk Jenis Usaha Apa? Ini Penjelasannya

Bagi yang sedang berencana membuka usaha laundry, pertanyaan seperti “laundry masuk jenis usaha apa?” cukup sering muncul. Hal ini penting dipahami karena klasifikasi usaha berkaitan dengan administrasi dan legalitas bisnis yang akan dijalankan. Selain menentukan model usaha, pemilik laundry juga perlu mengetahui bidang usaha dan kode KBLI yang sesuai agar proses pendaftaran usaha dapat dilakukan dengan tepat.

Secara sederhana, laundry merupakan usaha yang memberikan jasa pencucian dan perawatan pakaian atau produk tekstil. Namun, klasifikasi usaha laundry tidak hanya dilihat dari istilah yang digunakan sehari-hari. Ada pengelompokan resmi yang digunakan dalam sistem perizinan berusaha, sehingga calon pemilik usaha perlu memahami perbedaannya sebelum menentukan data usaha.
Baca Juga : Biaya Produksi Laundry Apa Saja? Ini Rinciannya

Laundry Masuk Jenis Usaha Apa?
laundry-masuk-jenis-usaha-apa

1. Laundry Termasuk Usaha Jasa

Laundry pada dasarnya termasuk usaha jasa karena pelanggan membayar untuk mendapatkan layanan pencucian dan perawatan pakaian atau barang tekstil. Pemilik usaha tidak hanya menjual produk, tetapi memberikan proses layanan mulai dari menerima cucian, mencuci, mengeringkan, menyetrika, melipat, hingga mengembalikan pakaian kepada pelanggan.

Karena itu, nilai utama dalam usaha laundry bukan hanya terletak pada mesin yang digunakan. Kecepatan pelayanan, kebersihan hasil cucian, ketepatan pencatatan, kualitas pewangi, hingga cara menangani pakaian pelanggan juga menjadi bagian dari layanan yang diberikan kepada konsumen.

2. Laundry Termasuk Aktivitas Penatu

Dalam klasifikasi usaha, istilah yang digunakan untuk kegiatan laundry sebelumnya adalah “Aktivitas penatu”. Pada KBLI 2020, aktivitas tersebut tercantum dengan kode 96200 dan mencakup jasa pencucian, dry cleaning, penyetrikaan, serta berbagai layanan terkait produk tekstil. Kegiatan tersebut juga dapat dilakukan menggunakan peralatan mekanik atau mesin yang dioperasikan dengan koin.

Artinya, laundry kiloan, laundry satuan, hingga model laundry yang menggunakan mesin koin memiliki hubungan dengan klasifikasi aktivitas pencucian tekstil. Perbedaannya lebih banyak terdapat pada model pelayanan, sistem operasional, kapasitas mesin, dan cara pelanggan menggunakan layanan tersebut.

3. Apa Saja yang Termasuk Usaha Laundry?

Usaha laundry tidak hanya berarti mencuci pakaian pelanggan. Layanan laundry dapat mencakup pencucian dan dry cleaning pakaian, penyetrikaan, pencucian karpet dan permadani, pembersihan gorden, hingga layanan pengambilan dan pengiriman cucian.

Dalam KBLI 2025, ruang lingkup tersebut tercantum dalam kelompok “Aktivitas Pencucian dan Pembersihan Produk Tekstil dan Bulu”. Di dalamnya juga termasuk pencucian menggunakan mesin yang dioperasikan dengan koin untuk masyarakat umum maupun klien komersial atau industri.

Laundry Masuk Bidang Usaha Apa?
laundry-masuk-jenis-usaha-apa

1. Laundry sebagai Usaha Jasa

Jika dilihat dari kegiatan utamanya, laundry termasuk usaha yang bergerak di bidang jasa. Pemilik usaha menyediakan tenaga, tempat, mesin, bahan pendukung, serta sistem operasional untuk menyelesaikan kebutuhan pencucian pelanggan.

Karena berbasis jasa, pengalaman pelanggan menjadi bagian penting dalam bisnis. Dua laundry dapat menggunakan mesin yang hampir sama, tetapi hasil bisnisnya bisa berbeda karena kualitas pelayanan, ketepatan waktu, komunikasi dengan pelanggan, dan pengelolaan operasionalnya tidak sama.

2. Laundry Kiloan dan Satuan

Laundry kiloan merupakan salah satu model usaha yang cukup umum. Pelanggan menyerahkan pakaian untuk dicuci berdasarkan berat tertentu, kemudian pihak laundry menjalankan proses pencucian sampai pakaian siap diambil atau dikirim.

Sementara itu, laundry satuan biasanya menghitung harga berdasarkan jenis barang atau layanan yang diberikan. Contohnya pakaian tertentu, sepatu, karpet, selimut, atau barang tekstil lain yang membutuhkan penanganan berbeda. Walaupun cara menentukan harga berbeda, kegiatan utamanya tetap berkaitan dengan jasa pencucian dan perawatan tekstil.

3. Bagaimana dengan Laundry Koin?

Laundry koin atau self-service juga tetap berkaitan dengan aktivitas pencucian produk tekstil. Bedanya, pelanggan dapat menggunakan mesin secara langsung dengan sistem pembayaran tertentu, sehingga sebagian proses operasional dilakukan oleh pelanggan sendiri.

Hal ini juga tercermin dalam KBLI 2020 maupun KBLI 2025 yang memasukkan penggunaan mesin pencucian yang dioperasikan dengan koin dalam cakupan aktivitas laundry. Jadi, laundry koin tidak otomatis menjadi jenis usaha yang berbeda hanya karena sistem pelayanannya menggunakan konsep self-service.

Baca Juga: Keuntungan Usaha Laundry Koin

Laundry Masuk KBLI Apa?
laundry-masuk-jenis-usaha-apa

1. Mengenal KBLI untuk Usaha Laundry

KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia digunakan untuk mengelompokkan kegiatan ekonomi berdasarkan jenis aktivitas usaha. Karena itu, pemilik bisnis perlu memilih klasifikasi yang sesuai dengan kegiatan utama usahanya ketika mengurus administrasi usaha.

Untuk menjawab pertanyaan laundry masuk jenis usaha apa, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kegiatan utama yang benar-benar dilakukan. Jika bisnis memberikan jasa pencucian dan pembersihan pakaian atau produk tekstil, maka klasifikasinya perlu mengacu pada kelompok aktivitas pencucian dan pembersihan produk tekstil yang tersedia dalam KBLI.

2. KBLI 2025 untuk Aktivitas Laundry

Dalam KBLI 2025 yang ditampilkan pada sistem OSS, kegiatan laundry berada pada KBLI 96100 dengan nama “Aktivitas Pencucian dan Pembersihan Produk Tekstil dan Bulu”. Kode tersebut berada di bawah 961 “Aktivitas Pencucian dan Pembersihan Produk Tekstil dan Bulu”, yang termasuk dalam golongan pokok 96 “Aktivitas Jasa Perorangan”.

Uraian KBLI 96100 mencakup pencucian dan dry cleaning berbagai jenis pakaian dan tekstil, penyetrikaan, pengambilan dan pengiriman cucian, pencucian karpet dan permadani, serta pembersihan gorden dan tirai. Aktivitas menggunakan mesin yang dioperasikan dengan koin juga tercantum dalam cakupannya.

3. Apakah Kode KBLI Bisa Berubah?

Kode KBLI yang digunakan perlu diperhatikan berdasarkan versi klasifikasi yang berlaku. Pada OSS, kode 96200 “Aktivitas penatu” dalam KBLI 2020 tercatat mengalami konversi dan dipecah menjadi dua kode pada KBLI 2025. Karena itu, informasi lama yang masih menyebut KBLI 96200 tidak selalu menjadi kode yang harus digunakan untuk pendaftaran baru saat ini.

Hal ini menjadi alasan mengapa calon pemilik usaha sebaiknya mengecek klasifikasi langsung melalui sistem OSS ketika akan mengurus legalitas. Jangan hanya mengandalkan artikel lama atau informasi dari media sosial, karena kode dan struktur klasifikasi usaha dapat mengalami perubahan.

Baca Juga: Alur Paket Usaha Laundry dari Awal sampai Siap Jalan

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum
Buka Laundry?
laundry-masuk-jenis-usaha-apa

1. Tentukan Model Usaha Laundry

Sebelum membeli mesin, tentukan terlebih dahulu model laundry yang ingin dijalankan. Apakah akan menggunakan konsep laundry kiloan, laundry satuan, self-service atau laundry koin, atau menggabungkan beberapa layanan sekaligus.

Penentuan model usaha akan memengaruhi kebutuhan mesin, luas tempat, jumlah tenaga kerja, kebutuhan listrik dan air, sistem pembayaran, sampai strategi pemasaran. Dengan menentukan konsep sejak awal, pemilik usaha dapat membuat perencanaan yang lebih terarah dan menghindari pembelian peralatan yang tidak sesuai kebutuhan.

2. Siapkan Legalitas dan Administrasi

Setelah model usaha ditentukan, bagian legalitas juga perlu diperhatikan. Pemilik usaha perlu memastikan data kegiatan usaha yang didaftarkan sesuai dengan aktivitas yang benar-benar dijalankan, termasuk klasifikasi usaha yang digunakan dalam sistem OSS.

Selain legalitas, administrasi internal juga perlu disiapkan sejak awal. Pencatatan transaksi, data pelanggan, biaya operasional, pemasukan, pengeluaran, serta laporan usaha akan membantu pemilik mengetahui kondisi bisnis dengan lebih jelas.

3. Siapkan Operasional dan Peralatan

Peralatan laundry tentu menjadi bagian penting, tetapi jangan berhenti pada pemilihan mesin saja. Usaha juga membutuhkan penataan ruangan, jalur listrik dan air, area penerimaan pakaian, area pencucian, pengeringan, penyetrikaan, finishing, penyimpanan, serta area pengambilan atau pengiriman.

Sistem kerja juga perlu dibuat sebelum outlet mulai menerima pelanggan. SOP sederhana untuk menerima pakaian, memberi label, mencuci, mengeringkan, menyetrika, mengecek hasil, hingga menyerahkan pakaian dapat membantu mengurangi kesalahan operasional.

Baca Juga: Persiapan Buka Outlet Laundry yang Perlu Diperhatikan

Bagaimana Menentukan Konsep Usaha Laundry?
laundry-masuk-jenis-usaha-apa

1. Sesuaikan dengan Target Pelanggan

Konsep laundry sebaiknya dibuat berdasarkan kebutuhan pelanggan di sekitar lokasi. Lingkungan kos, perumahan, kampus, kawasan industri, atau area apartemen dapat memiliki karakter pelanggan yang berbeda.

Misalnya, area dengan banyak mahasiswa dan pekerja mungkin membutuhkan layanan laundry kiloan yang praktis. Sementara itu, lokasi dengan pelanggan yang terbiasa mencuci sendiri dapat memiliki peluang untuk konsep self-service. Karena itu, survei lokasi perlu dilakukan sebelum menentukan jenis layanan.

2. Perhitungkan Kapasitas Laundry

Kapasitas mesin harus disesuaikan dengan target volume cucian dan model bisnis. Mesin dengan kapasitas besar memang dapat menangani lebih banyak cucian, tetapi kebutuhan ruang, listrik, air, dan investasi awal juga perlu diperhitungkan.

Jangan sampai pemilik membeli mesin dengan kapasitas jauh lebih besar daripada kebutuhan outlet. Sebaliknya, kapasitas yang terlalu kecil juga dapat membuat proses produksi lebih lambat ketika jumlah pelanggan mulai meningkat.

3. Bangun Sistem Sejak Awal

Bisnis laundry akan lebih mudah dikelola jika sistemnya sudah dipikirkan sejak awal. Sistem tersebut dapat mencakup pencatatan transaksi, pemberian tanda pada pakaian, alur kerja karyawan, kontrol kualitas, pengelolaan komplain, hingga pencatatan keuangan.

Semakin jelas sistem yang digunakan, semakin mudah pemilik mengevaluasi bagian yang masih bermasalah. Bisnis laundry akhirnya tidak hanya bergantung pada kemampuan mencuci, tetapi juga pada bagaimana seluruh proses usaha dikelola secara konsisten.

Mulai Usaha Laundry dengan Persiapan Tepat
laundry-masuk-jenis-usaha-apa

1. Jangan Hanya Memikirkan Mesin

Mesin memang menjadi investasi utama dalam bisnis laundry, tetapi mesin bukan satu-satunya hal yang menentukan kesiapan outlet. Lokasi, kapasitas, tata ruang, sumber air, listrik, sistem kerja, branding, dan strategi mendapatkan pelanggan juga perlu dipersiapkan.

Kesalahan dalam tahap awal dapat membuat biaya membesar setelah outlet berjalan. Karena itu, perencanaan sebaiknya dilakukan sebelum pembelian mesin dan sebelum tempat mulai direnovasi.

2. Pahami Lokasi dan Kebutuhan Pasar

Lokasi yang terlihat ramai belum tentu otomatis cocok untuk usaha laundry. Yang perlu diperhatikan adalah siapa orang yang tinggal atau beraktivitas di sekitar lokasi, kebiasaan mereka, tingkat persaingan, akses menuju outlet, serta kebutuhan layanan laundry di area tersebut.

Dengan memahami kondisi tersebut, pemilik dapat menentukan jenis layanan, kapasitas mesin, harga, hingga konsep outlet dengan lebih masuk akal. Keputusan bisnis menjadi berdasarkan kondisi lapangan, bukan hanya mengikuti tren.

3. Dapatkan Pendampingan Sebelum Membuka Laundry

Bagi pemula, memulai bisnis laundry dari nol bisa terasa cukup rumit karena banyak hal yang harus dipersiapkan sekaligus. Mulai dari menentukan konsep, memilih mesin, menghitung kebutuhan outlet, sampai memahami operasional setelah bisnis berjalan.

One Grosir Laundry membantu calon pengusaha laundry mempersiapkan kebutuhan tersebut melalui produk dan layanan pendukung usaha. Mulai dari paket usaha laundry, mesin washer dan dryer, perlengkapan laundry, hingga edukasi dan pendampingan yang membantu outlet dipersiapkan dengan lebih terarah.

Jika kamu ingin mempelajari lebih lanjut tentang paket dan perlengkapan usaha laundry, kunjungi One Grosir Laundry. One Grosir Laundry menyediakan berbagai kebutuhan usaha laundry, mulai dari paket laundry kiloan, paket laundry self-service atau koin, washer, dryer, perlengkapan operasional, hingga layanan konsultasi dan pendampingan usaha.

Baca Juga: Pelatihan Laundry untuk Persiapan Membuka Usaha

Kesimpulan

Jadi, laundry masuk jenis usaha apa? Secara kegiatan, laundry merupakan usaha jasa yang bergerak dalam pencucian dan perawatan pakaian maupun produk tekstil. Dalam KBLI 2025 yang saat ini ditampilkan OSS, aktivitas tersebut masuk ke KBLI 96100 “Aktivitas Pencucian dan Pembersihan Produk Tekstil dan Bulu”.

Pemilik usaha tetap perlu memperhatikan model laundry yang dijalankan, kebutuhan operasional, lokasi, kapasitas mesin, serta legalitas usaha. Dengan memahami hal tersebut sejak awal, proses membangun usaha laundry dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih jelas dan tidak hanya berfokus pada pembelian mesin.

Pada akhirnya, memahami laundry masuk jenis usaha apa bukan sekadar untuk mengetahui nama kategorinya. Informasi tersebut membantu calon pengusaha memahami posisi bisnisnya, menyiapkan administrasi dengan tepat, dan membangun usaha laundry dengan dasar yang lebih terarah.